Mengenai hal kecil diantara luasnya dunia dan semesta alam.
Percaya Allah
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
"Penghinaan terbesar kepada Tuhan bukan ketika manusia menginjak-injak kitab-Nya, tapi ketika manusia khawatir besok tidak bisa makan, besok khawatir tidak punya jodoh, besok khawatir tidak punya pekerjaan." -Sudjiwo Tedjo
Pagi ini indah, secercah cahaya mengenai kulitku lembut menembus celah daun yang rimbun. Sepi diantara keramaian dan riuhnya semangat pengabdian. Aku sendiri menikmati sepotong onigiri yang aku beli baru saja. Mataku memperhatikan sekeliling, berharap temanku segera datang. Tetapi, yang kulihat itu kamu. Tidak disangka kamu begitu dekat, namun lekat lekat menjauh, langkahmu begitu cepat menghampiri sebuah tanggung jawab. Punggungmu menghilang dibalik tangga kecil parkiran perpus pusat menuju gedung pusat.
Wajah mungkin merupakan identitas diri. "Aku lupa mukanya kek gimana" "Ooh yang cantik itu" Wajah dan paras cantikmu adalah titipan. Hanya titipan, bukan milikmu. Coba kita berpikir seperti seorang filsuf, siapa dirimu? Kalau boleh aku menjawab semua apa yang kita punya bukanlah milik kita bahkan diri kita(jasad kita) bukanlah milik kita, yang kita punya hanyalah amal perbuatan kita. Baik kembali ke wajah lagi. Wajah sering kali kita lupa dan dibutakan oleh wajah. Bagaimana tidak make up dari a sampai z dimiliki untuk mempercantik diri demi pujian manusia. Sedikit wajah terserang jerawat, galau, beli cream ini itu. Padahal wajah cantik mungkin saja menjadi ujian bagimu. Misalnya wajahmu cantik banyak laki laki suka, terus pacaran dosa, atau sekedar cantikmu dipikirkan oleh dia kan juga dosa. Gimana sih zi belibet wkw. Yasudah intinya cantik yang sebenarnya adalah cantik yang dari hati. Mata anggota wajah kita merupakan cermin hati, sedih senang bahkan cinta ...
Rindu mengetuk pintu hati, bukber menjadi ikon pas kala Ramadhan untuk ajang reuni semata. Saya menyayangkan bukber yang kurang manfaat sebetulnya. Bukan hanya tempat makan yang reserved, tapi usahakandiakhir Ramadhan tepatnya 10 hari terakhir kita udah reserved juga, jangan kasih kendor ibadahnya. Apalagi kalau bukber malah membuat terlambat sholat isya' dan berakhir tarawihnya kelewat juga, mending izin dulu dah bukbernya. Ada hari lain selain 10 hari terakhir Ramadhan kan. Mungkin sebagian beralasan tarawih bisa sendiri, tapi ngga tau kenapa bagi saya rasanya afdol dan lebih enak dilakukan berjamaah. Dalam QS.Al-Qadr 3-5 disebutkan, yang artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabb-Nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar." Hanya berharap semoga menjadi pengingat. Luruskan niat. Buat skala prioritas. Dunia yang sementara atau akhi...
Comments
Post a Comment